Tuesday, 7 November 2017

Seseorang


Malam ini tak seorang pun tahu kalau aku merindukan sesuatu. Sesuatu itu sebenarnya adalah seseorang. Seseorang yang telah menerima cintaku beberapa tahun belakangan. Meskipun sudah tidak ada komunikasi, tapi rasa ini selalu ingin bertemu dan berjumpa, apalagi mengingat masa-masa dimana kita pernah membuat cerita dan kenangan tentang kita.
Hai..! Kamu apa kabar? Apakah kamu masih seperti dulu? Ahhh sudahlah, tapi apakah aku salah menanyakan itu? Apa aku tidak boleh rindu sama kisah kita yang dulu. Ku ingin kita bisa bersama lagi dalam ikatan yang lebih pasti. Aku akan mencoba untuk terus bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk itu. Namun yang paling berat dan sering menghantui adalah rindu ku ini yang selalu mengungkit-ungkit masa masa indah bila bersamamu.

Oh iya meskipun kamu tidak tahu apa yang terjadi malam ini tapi, melalui ini semoga kau tahu apa yang aku impikan. Malam ini, aku gak bisa tidur lho..  karena hatiku terasa sesuatu yang kurang, yah kamu pasti tahu apa yang ku maksud. Sambil mendengar mp3 melalui hp yang kusambungkan dengan pengeras suara kecil yang tersambung dengan Bluetooth sehingga terdengar lebih keras dan pastinya lebih bagus. Lagunya sedih lagi dan tentang cinta cinta gitu deh. Lagunya Cassandra semuanya bikin aku galau, apalagi sambil mengingat seseorang. Duh, terasa ngejleb di hati. Oh iya, kamu apa kabar sekarang? Lagi ngapain ya? Masihkah kau mengingatku? Entahlah mungkin kamu lupa. Lupa akan mimpi indah yang dulu kita dengung-dengungkan lewat telpon, aku kayaknya sudah tak ingat lagi kata-katamu namun aku bisa menjelaskan sedikit intinya. Yah, namanya juga dulu, masih banyak yang diingnkan tapi masih belum tentu akan terjadi. Tapi aku yakin selama kita serius dan tak main-main hal itu bisa kita alami bersama.
Dulu, aku bercita-cita sebagai suami yang sholeh buatmu dan kamu panggil abi, sedangkan kamu juga bercita-cita sama, ingin menjadi ibu yang sholehah dan nama panggilanmu adalah umi dari anak-anak kita. Ceritanya, aku adalah seorang guru yang punya sampingan menjadi pengusaha, berjualan dan punya warung internet. Dari sana kita sangat terlihat bahagia karena usaha kita tidak sia-sia apalagi hubungan dengan orang tua kita sangat harmonis. Apalagi setelah kita memiliki anak. Kamu tidak tahu harus memperhatikan siapa lagi dan cintamu terbagi lagi antara aku sebagai ayah dan anak kita yang tentunya butuh perhatian. Hari demi hari kita lewati dengan begitu bahagia dan seperti monoton itu-itu saja, bahagianya flat, dan bebas dari masalah bagai surga saja. Namun sayangnya itu masih menjadi mimpi kita berdua yang masih belum terwujudkan, aamiin InsyaAllah dan semoga terwujud.

Aku pernah bertanya pada diriku sendiri tentang kita yang semakin di jauhkan oleh Allah, terus terang aku tidak tahu apa hikmah dibalik ini, dulu kita bisa saling komunikasi walau hanya via hp, tapi sekarang kita semakin mengerti dengan agama kita-kita semakin dijauhkan bahkan via hp pun nggak pernah sama sekali. Tapi ketika lagi kangen, rindu biasanya sih, aku stalking sosmedmu biar aku tahu aktivitasmu apa sih sekarang. Semoga Allah menjaga dan melindungimu disana dan semoga dengan dijauhkannya kita dengan hal seperti ini membuat kita selalu memperbaiki diri. Kamu yang yang sudah benar-benar hijrah hingga memutuskan seperti ini pasti memiliki alasan yang pas, kuat  dan berani menanggung resiko itu. Hingga akupun mulai mencoba memahami skenario Allah ini yang sulit aku terima meski terasa berat, dan aku selalu berdo’a dan akan terus berdo’a agar Allah menyatukan cinta kita sehingga Allah dengan segala rahmat, kebesaran kekuasaannya mau menyatukan kita dengan mencintaimu karenaNya. Jazakumullah sudah membaca. Untukmu yang membuatku gak bisa tidur malam ini. N29

Denpasar, 06-11-2017
Previous Post
Next Post

2 comments:

  1. bagus ceritanya...
    semangat gan ngeblognya

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih bli, kanu juga semangat ya nge blognya .. he he

      Delete