Setiap
pria selalu menginginkan suatu hal yang berkesan untuk pasangannya, terlebih
jika ia sedang Bersama pasangannya. Kencan adalah momen privasi berdua terkesan
romantic karena berbicara terkait sebuah komitmen suatu hubungan. Kencan yang
berkesan tentu didambakan oleh semua pria. Memberikan suatu hal yang paling
berharga adalah kebanggan sejatinya. Di sisi lain wanita juga mengharapkan hal
yang sama dengan pasangan prianya. Ia senang dimanja, di goda dan dirayu dengan
gombalan basi pria pasangannya. Momen inilah yang sangat sulit untuk ia
dapatkan setelah ia menyatakan cinta padanya empat bulan lalu melalui chat
messenger pribadinya. Ia tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana mempertanggung
jawabkan perkataanya itu. Seolah olah ia merasa bersalah atas apa yang ia
lakukan kepada pasangannya.
Hal
bahagia yang ia terima setelah ngobrol di messenger adalah mereka saling
merindukan satu sama lain, lalu setelah itu mereka berbalas-balasan “I miss u”, “I miss u to”. Selesai hanya
sampai disana hubungan mereka. Sebatas komunikasi non verbal yang dikirim via
WA namun menggairahkan untuk memberikan semangat bagi jiwa yang kurang dibasuh
dengan dengan kasih sayang. Mereka selalu begitu hingga akhirnya ketika ia
punya kesempatan untuk bertemu ia seakan mati rasa harus bagaiman bertemu
dengannya. Tak lupa, Ia konfirmasi dahulu lewat messenger namun hasilnya sungguh
mengecewakan sehari sebelum pertemuan itu, tetiba pasangan wanitanya kehilangan
handphonenya. Selama seminggu tak ada kabar dari sang wanita. Ia memutuskan
untuk bersabar dan menerima kenyataan bahwa dirinya memang sudah tidak menarik lagi
bagi si wanita.
Hari
demi hari pun dilewati masih tak ada kabar dari si wantia tersebut hingga
akhiranya Ia memutuskan untuk pergi gathering dengan kawan SMA nya. Ia juga
bertemu dengan teman baru yang memang kebetulan satu organisasi yang sama,
namun baru ketemu sekarang. Tidak diduga bahwa teman barunya itu merupakan
teman dekat si wanita pasangannya. Ia berkenalan lebih jauh dan tenyata jarak
ia dengan pasangannya hanya satu batas dimensi pertemanan dengan teman barunya
itu. Teman barunya ini adalah teman
dekat si wanita, satu kelas dan teman mainnya di kampus. Tidak ada yang menduga
bahwa jarak mereka begitu dekat. Akhirnya ia menanyakan bagaimana keseharian
pasanngannya di kampus tanpa ia memberi tahu bahwa dirinya adalah pasangannya. Ia
bercerita banyak tentang hal yang yang sederhana hingga yang paling konyol. Akhirnya
Ia tahu bagaimana ia melihat pasangannya dari sudut pandang teman barunya itu.
Beberapa
hari kemudian ia mengkonfirmasi kepada teman barunya tentang keadaan pasanngannya,
Ia menjawab bahwa pasangannya baik-baik saja. hingga akhirnya memutuskan untuk
bertanya mengapa ia selama ini tidak menjawab dan membalas chat darinya.
Sungguh melegakan bahwa itu bukan kesalahannya melainkan hp pasangan nya memang
hilang. Ia merasa nyaman dan keluar dari merasa bersalah bahwa ia sudah tidak
semenarik sebelumnya.
Ia
kemudian memberanikan diri untuk meminta no hp nya yang baru agar ia bisa menanyakan
lebih lanjut terkait hubungan mereka. Namun sayang janji kencan yang sebelumnya
memang harus batal. Ia kemudian mencoba menghubunginya lewat telpon. Tak diduga
yang menjawab ponselnya seorang laki-laki.
He;
Hallo !
Me;
Iya halo? Ini siapa ya?
He;
Kamu siapa?
Me
Owh saya temannya si A (dalam hati saya udah curiga)
He;
Owh iya saya pacarnya, ada apa? Nanti saya bilang ke dia kalo memang ada
keperluan
He;
haloo
…tut..tuut.tut…
Setelah
itu tak ada lagi kabar tentangku dan dia