Malam ini tak seorang pun tahu kalau aku merindukan sesuatu. Sesuatu itu sebenarnya adalah seseorang. Seseorang yang telah menerima cintaku beberapa tahun belakangan. Meskipun sudah tidak ada komunikasi, tapi rasa ini selalu ingin bertemu dan berjumpa, apalagi mengingat masa-masa dimana kita pernah membuat cerita dan kenangan tentang kita.
Hai..! Kamu apa kabar? Apakah kamu masih seperti
dulu? Ahhh sudahlah, tapi apakah aku salah menanyakan itu? Apa aku tidak boleh
rindu sama kisah kita yang dulu. Ku ingin kita bisa bersama lagi dalam ikatan
yang lebih pasti. Aku akan mencoba untuk terus bersabar dan menunggu waktu yang
tepat untuk itu. Namun yang paling berat dan sering menghantui adalah rindu ku
ini yang selalu mengungkit-ungkit masa masa indah bila bersamamu.
Oh iya meskipun kamu tidak tahu apa yang terjadi malam
ini tapi, melalui ini semoga kau tahu apa yang aku impikan. Malam ini, aku gak bisa
tidur lho.. karena hatiku terasa sesuatu
yang kurang, yah kamu pasti tahu apa yang ku maksud. Sambil mendengar mp3
melalui hp yang kusambungkan dengan pengeras suara kecil yang tersambung dengan
Bluetooth sehingga terdengar lebih keras dan pastinya lebih bagus. Lagunya
sedih lagi dan tentang cinta cinta gitu deh. Lagunya Cassandra semuanya bikin
aku galau, apalagi sambil mengingat seseorang. Duh, terasa ngejleb di hati. Oh
iya, kamu apa kabar sekarang? Lagi ngapain ya? Masihkah kau mengingatku?
Entahlah mungkin kamu lupa. Lupa akan mimpi indah yang dulu kita dengung-dengungkan
lewat telpon, aku kayaknya sudah tak ingat lagi kata-katamu namun aku bisa
menjelaskan sedikit intinya. Yah, namanya juga dulu, masih banyak yang
diingnkan tapi masih belum tentu akan terjadi. Tapi aku yakin selama kita
serius dan tak main-main hal itu bisa kita alami bersama.
Dulu, aku bercita-cita sebagai suami yang sholeh
buatmu dan kamu panggil abi, sedangkan kamu juga bercita-cita sama, ingin
menjadi ibu yang sholehah dan nama panggilanmu adalah umi dari anak-anak kita.
Ceritanya, aku adalah seorang guru yang punya sampingan menjadi pengusaha,
berjualan dan punya warung internet. Dari sana kita sangat terlihat bahagia
karena usaha kita tidak sia-sia apalagi hubungan dengan orang tua kita sangat
harmonis. Apalagi setelah kita memiliki anak. Kamu tidak tahu harus
memperhatikan siapa lagi dan cintamu terbagi lagi antara aku sebagai ayah dan
anak kita yang tentunya butuh perhatian. Hari demi hari kita lewati dengan
begitu bahagia dan seperti monoton itu-itu saja, bahagianya flat, dan bebas dari
masalah bagai surga saja. Namun sayangnya itu masih menjadi mimpi kita berdua yang
masih belum terwujudkan, aamiin InsyaAllah dan semoga terwujud.
Aku pernah bertanya pada diriku sendiri tentang kita
yang semakin di jauhkan oleh Allah, terus terang aku tidak tahu apa hikmah
dibalik ini, dulu kita bisa saling komunikasi walau hanya via hp, tapi sekarang
kita semakin mengerti dengan agama kita-kita semakin dijauhkan bahkan via hp
pun nggak pernah sama sekali. Tapi ketika lagi kangen, rindu biasanya sih, aku
stalking sosmedmu biar aku tahu aktivitasmu apa sih sekarang. Semoga Allah menjaga
dan melindungimu disana dan semoga dengan dijauhkannya kita dengan hal seperti
ini membuat kita selalu memperbaiki diri. Kamu yang yang sudah benar-benar
hijrah hingga memutuskan seperti ini pasti memiliki alasan yang pas, kuat dan berani menanggung resiko itu. Hingga
akupun mulai mencoba memahami skenario Allah ini yang sulit aku terima meski
terasa berat, dan aku selalu berdo’a dan akan terus berdo’a agar Allah menyatukan
cinta kita sehingga Allah dengan segala rahmat, kebesaran kekuasaannya mau
menyatukan kita dengan mencintaimu karenaNya. Jazakumullah sudah membaca.
Untukmu yang membuatku gak bisa tidur malam ini. N29
Denpasar, 06-11-2017

bagus ceritanya...
ReplyDeletesemangat gan ngeblognya
terima kasih bli, kanu juga semangat ya nge blognya .. he he
Delete