Saturday, 26 June 2021

Lost, Distance Relationship

 Setiap pria selalu menginginkan suatu hal yang berkesan untuk pasangannya, terlebih jika ia sedang Bersama pasangannya. Kencan adalah momen privasi berdua terkesan romantic karena berbicara terkait sebuah komitmen suatu hubungan. Kencan yang berkesan tentu didambakan oleh semua pria. Memberikan suatu hal yang paling berharga adalah kebanggan sejatinya. Di sisi lain wanita juga mengharapkan hal yang sama dengan pasangan prianya. Ia senang dimanja, di goda dan dirayu dengan gombalan basi pria pasangannya. Momen inilah yang sangat sulit untuk ia dapatkan setelah ia menyatakan cinta padanya empat bulan lalu melalui chat messenger pribadinya. Ia tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana mempertanggung jawabkan perkataanya itu. Seolah olah ia merasa bersalah atas apa yang ia lakukan kepada pasangannya.

Hal bahagia yang ia terima setelah ngobrol di messenger adalah mereka saling merindukan satu sama lain, lalu setelah itu mereka berbalas-balasan  “I miss u”, “I miss u to”. Selesai hanya sampai disana hubungan mereka. Sebatas komunikasi non verbal yang dikirim via WA namun menggairahkan untuk memberikan semangat bagi jiwa yang kurang dibasuh dengan dengan kasih sayang. Mereka selalu begitu hingga akhirnya ketika ia punya kesempatan untuk bertemu ia seakan mati rasa harus bagaiman bertemu dengannya. Tak lupa, Ia konfirmasi dahulu lewat messenger namun hasilnya sungguh mengecewakan sehari sebelum pertemuan itu, tetiba pasangan wanitanya kehilangan handphonenya. Selama seminggu tak ada kabar dari sang wanita. Ia memutuskan untuk bersabar dan menerima kenyataan bahwa dirinya memang sudah tidak menarik lagi bagi si wanita.

Hari demi hari pun dilewati masih tak ada kabar dari si wantia tersebut hingga akhiranya Ia memutuskan untuk pergi gathering dengan kawan SMA nya. Ia juga bertemu dengan teman baru yang memang kebetulan satu organisasi yang sama, namun baru ketemu sekarang. Tidak diduga bahwa teman barunya itu merupakan teman dekat si wanita pasangannya. Ia berkenalan lebih jauh dan tenyata jarak ia dengan pasangannya hanya satu batas dimensi pertemanan dengan teman barunya itu. Teman barunya ini adalah teman dekat si wanita, satu kelas dan teman mainnya di kampus. Tidak ada yang menduga bahwa jarak mereka begitu dekat. Akhirnya ia menanyakan bagaimana keseharian pasanngannya di kampus tanpa ia memberi tahu bahwa dirinya adalah pasangannya. Ia bercerita banyak tentang hal yang yang sederhana hingga yang paling konyol. Akhirnya Ia tahu bagaimana ia melihat pasangannya dari sudut pandang teman barunya itu.

Beberapa hari kemudian ia mengkonfirmasi kepada teman barunya tentang keadaan pasanngannya, Ia menjawab bahwa pasangannya baik-baik saja. hingga akhirnya memutuskan untuk bertanya mengapa ia selama ini tidak menjawab dan membalas chat darinya. Sungguh melegakan bahwa itu bukan kesalahannya melainkan hp pasangan nya memang hilang. Ia merasa nyaman dan keluar dari merasa bersalah bahwa ia sudah tidak semenarik sebelumnya.

Ia kemudian memberanikan diri untuk meminta no hp nya yang baru agar ia bisa menanyakan lebih lanjut terkait hubungan mereka. Namun sayang janji kencan yang sebelumnya memang harus batal. Ia kemudian mencoba menghubunginya lewat telpon. Tak diduga yang menjawab ponselnya seorang laki-laki.

He; Hallo !

Me; Iya halo? Ini siapa ya?

He; Kamu siapa?

Me Owh saya temannya si A (dalam hati saya udah curiga)

He; Owh iya saya pacarnya, ada apa? Nanti saya bilang ke dia kalo memang ada keperluan

He; haloo

…tut..tuut.tut…

Setelah itu tak ada lagi kabar tentangku dan dia

 

 

Previous Post
Next Post

0 komentar: