Bercerita Dalam Sajak
Karya: Chintya Aulia Rahmi
Ibu... Disinilah ceritaku dimulai
Kuputar mundur waktu waktu yg telah kita lewati
Satu persatu ingatanku kembali
Saat -saat dimana engkau meratapku gembira saat kelahiran ku di dunia
Melepas rasa sakit yang kau tahan slama 9 bulan
Tersenyum bahagia ketika kumulai melangkah
Tak lelah membimbing ku kata demi kata hingga aku bisa berbicara
Cinta tanpa syarat selalu kau hadirkan
Dulu aku datang hanya dengan rengekan sedih ku
Mengadukan segala keluhan dan kepedihan ku
Dengan gerak gerik bibir mu, kau membuat ku luluh dengan segala petuah mu
Meyakinkan ku bahwa “kau pasti bisa nak”
Hari demi hari tlah berlalu
Bulan demi bulan tlah berubah
Tahun demi tahun tlah berganti
Kini aku sudah beranjak dewasa Bu...
Sudah semakin mengerti bagaimana pengorbanan mu
Tertatih penuh lara berjuang untuk masa depanku
Tidak pernah dihiraukan mu rasa sakit yg kau terak
Ribuan tetes keringat kau cucurkan
Linangan air mata menetes ketika mendo’akan ku
Aku hanya hadir sebagai duka ditiap bait kehidupanmu
Aku tak pernah menjadi pelipur lara di setiap kesedihanmu
Tak pernah tau bagaimana rasanya berjuang di terik mentari
Yang ku tahu hanyalah meminta, meminta, dan meminta
Tanpa berfikir apa apa
Ibu...
Disinilah aku berdiri, tepat dihadapanmu
Kali ini yang ku adukan bukan lagi tentang rengekan manjaku
Bukan lagi tentang kepedihanku
Aku hanya ingin meminta maaf
Meski aku tau kata maaf ini tak cukup untuk menebus kesalahanku
Tapi ibu...aku tak tau lagi apa yang harus ku lakukan
Beribu harapan kau tuang dalam diriku
Tapi nyatanya tak satupun dapat aku wujudkan
Maafkan aku Bu...
Mungkin tulisan ini hanya sebagian kecil dari isi hatiku
Maafkan aku ya Bu...
Aku yang slalu mengecewakanmu
Membuat mu terluka
Maafkan aku jika hadirku hanya menjadi beban bagimu
Hanya ini yang bisa ku lakukan untuk mu
Terimakasih telah membesarkan dan mendidik ku sampai detik ini
0 komentar: