Wednesday, 20 February 2019

As Do You Say



Setiap manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda tergantung dua hal besar yang mempengaruhi hidupnya. Hidup seseorang dipengaruhi sebagian besar oleh lingkungannya dan dirinya pribadi. Artinya karakter yang dibawanya berasal dari dua hal tersebut. Lingkungan merupakan hal yang lebih dominan dalam membentuk suatu karakter  itu menjadi sesuatu yang diinginkan atau hampir sama dengan lingkungannya.  
Seekor elang yang gagah perkasa jika ia tinggal bersama induk ayam dan berada lingkungan ayam maka akan menjadi ayam karena hampir setiap hari bersama dengan anak ayam. Maksudnya ialah seorang anak jika dididik seperti anak ayam padahal ia punya kemampuan yang unggul tetapi karena berada di lingkungan seperti itu sehingga ia menjadi seperti yang lingkungannya berikan. Saya punya teman ia sebenarnya ahli dalam membaca al qur’an apabila ia tekun dan belajar ia mungkin akan menjadi seseorang ahli dalam bidang agama. Namun karena lingkungannya terutama teman bergaulnya yang hampir jauh dari keistimewaan yang ia miliki lama-kelamaan  terjerumus dan terbawa arus pergaulan yang negatif. Sedangkan teman saya yang tidak bisa apa-apa ketika dimasukkan ke sebuah sekolah pesantren justru berkembang dengan baik mulai dari ilmunya hingga akhlaknya karena memang berada dilingkungan yang mendukung untuk melakukan sebuah kebaikan.
Dalam setiap lingkungan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan bisa jadi lingkungan yang jelek atau tidak mendukung membuatnya lebih baik dan begitu pula sebaliknya lingkungan yang mendukung melahirkan orang-orang yang mnyimpang dari lingkungannya.  Salah satu teman saya, bapaknya adalah seorang yang ahli dalam ilmu agama bahkan rajin beribadah dengan lingkungan seperti itu harusnya buah tidak jatuh jauh dari pohonya tidak berlaku bagi teman saya yang satu ini. Dia seperti orang yang sudah tidak sesuai dan tidak cocok dengan lingkungannya sehingga dia menyimpang dari apa yang orang tuanya ajarkan. Ia jarang sekali untuk beribadah dipaksa maupun di haluskan ia tetap tidak mau. Sangat keras karakternya. Begitu pula sebaliknya teman saya yang satu ini. Dulu di kampungnya sering meninggalkan kewajiban beribadah setelah berada di lingkungan minoritas bahkan ia menemukan titik balik kesadaran akan pentingnya wajibnya beribadah. Disiniah antitesisnya atau sesuatu yang di luar kewajaran terjadi.
Kesadaran diri atau kontrol diri seorang pribadi adalah kuncinya. Kesadaran ini muncul ketika titik jenuh atau titik tertinggi suatu perilaku itu sudah mentok maka akan secara signifikan akan berubah. Seperti sebuah air yang meluncur naik dengan tekanan yang sedemikian rupa dengan ketinggian melebihi tekanan air dari bawah maka akan terjadi titik balik, airnya akan menekan kebawah karena tekanan dari atas lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan dari bawah sehingga yang tadinya terjadi tekanan di bawah ditekan dari atas menuju titik balik. Setiap perilaku manusia hampir sama dengan ilsutrasi di atas namun perilaku manusia pun sangat banyak beragam sehingga tidak bisa di pukul rata dengan ilustrasi itu namun lebih dominan seperti itu. Chairul tanjung, seorang pengusaha yang kini menjadi sebuah pengusaha mega di Indonesia menjadi salah satu contoh, dalam buku biografinya Si Anak Singkong bercerita bahwa kemiskinanlah yang membuatnya dan mengantarkannya sebagai seorang pengusaha yang sukses di berbagai bidang ini. Motivasinya ialah ia tidak mau miskin lagi cukup waktu ia dalam keadaan itulah ia merasakan sebagai orang miskin. Tentu dengan keinginan  yang kuat, usaha yang keras dan bekerja lebih dari orang lain serta memanfatkan segala potensinya Ia mampu menjadi orang yang menginspirasi hari ini.
Kesadaran atau titik balik inilah yang kita perlukan sebagai seorang yang masih merasakan susahnya cari uang, berhutang sana-sini, bahkan melakukan hal yang dilarang dan sebagainya. Untuk menumbuhkan kesadaran ini membutuhkan pemantik dari kita sendiri mau kita bawa kehidupan ini. Hanya di surgalah semua masalah itu hilang sedangkan dunia adalah tempat menyelesaikan misi untuk menghadapi segala ujian hidup yang diberikan Tuhan. Karakter seseorang menjadi kolaborasi yang tepat antara kesadaran diri untuk menjadi lebih baik dalam hidup ini. Karakter itu sangat banyak jenis dan pembagiannya. Salah satu yang menjadi titik balik adalah As Do You Say (Lakukan apa yang kamu katakan) tentu hal yang positif yang dimaksud. Biasa diistilahkan dengan karakter integritas seseorang.
Integritas sangat kita perlukan dimana pun kita siapa pun kita, tentu punya tugas dan kewajiban atau hak pribadi dan kewajiban baik sebagai pribadi terhadap orang lain dan termasuk lingkungan kita. Kita akan dilihat dari apa yang kita lakukan dan sesuatu yang kita lakukan berasal dari apa yang kita ucapkan dan apa yang kita ucapkan berasal dari apa yang kita fikirkan. Sehingga ketiga unsur pembentuk karakter ini sangat diperlukan yaitu lingkungan, titik balik, dan integritas. Siapa yang akan mendengarkan kita kalau kerjaan kita hanya mengobral janji dan kebohongan apalagi mengkhianati sungguh sakit rasanya, biasanya ini dirasakan oleh para jomblo yang ditiggal pacarnya hihi J. Jadi semua karakter di atas bisa kita bentuk secara perlahan dan tentu harus punya komitmen yang tinggi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tidak semua hal yang sulit itu sulit bukankah Tuhan berkata “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (QS, Al Insyiroh : 6).



Previous Post
Next Post

0 komentar: