Setiap
manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda tergantung dua hal besar yang
mempengaruhi hidupnya. Hidup seseorang dipengaruhi sebagian besar oleh
lingkungannya dan dirinya pribadi. Artinya karakter yang dibawanya berasal dari
dua hal tersebut. Lingkungan merupakan hal yang lebih dominan dalam membentuk
suatu karakter itu menjadi sesuatu yang
diinginkan atau hampir sama dengan lingkungannya.
Seekor elang yang gagah perkasa jika ia tinggal bersama induk ayam dan berada lingkungan ayam maka akan menjadi ayam karena hampir setiap hari bersama dengan anak ayam. Maksudnya ialah seorang anak jika dididik seperti anak ayam padahal ia punya kemampuan yang unggul tetapi karena berada di lingkungan seperti itu sehingga ia menjadi seperti yang lingkungannya berikan. Saya punya teman ia sebenarnya ahli dalam membaca al qur’an apabila ia tekun dan belajar ia mungkin akan menjadi seseorang ahli dalam bidang agama. Namun karena lingkungannya terutama teman bergaulnya yang hampir jauh dari keistimewaan yang ia miliki lama-kelamaan terjerumus dan terbawa arus pergaulan yang negatif. Sedangkan teman saya yang tidak bisa apa-apa ketika dimasukkan ke sebuah sekolah pesantren justru berkembang dengan baik mulai dari ilmunya hingga akhlaknya karena memang berada dilingkungan yang mendukung untuk melakukan sebuah kebaikan.
Seekor elang yang gagah perkasa jika ia tinggal bersama induk ayam dan berada lingkungan ayam maka akan menjadi ayam karena hampir setiap hari bersama dengan anak ayam. Maksudnya ialah seorang anak jika dididik seperti anak ayam padahal ia punya kemampuan yang unggul tetapi karena berada di lingkungan seperti itu sehingga ia menjadi seperti yang lingkungannya berikan. Saya punya teman ia sebenarnya ahli dalam membaca al qur’an apabila ia tekun dan belajar ia mungkin akan menjadi seseorang ahli dalam bidang agama. Namun karena lingkungannya terutama teman bergaulnya yang hampir jauh dari keistimewaan yang ia miliki lama-kelamaan terjerumus dan terbawa arus pergaulan yang negatif. Sedangkan teman saya yang tidak bisa apa-apa ketika dimasukkan ke sebuah sekolah pesantren justru berkembang dengan baik mulai dari ilmunya hingga akhlaknya karena memang berada dilingkungan yang mendukung untuk melakukan sebuah kebaikan.
Dalam
setiap lingkungan tentu memiliki kelebihan dan kekurangan bisa jadi lingkungan
yang jelek atau tidak mendukung membuatnya lebih baik dan begitu pula
sebaliknya lingkungan yang mendukung melahirkan orang-orang yang mnyimpang dari
lingkungannya. Salah satu teman saya,
bapaknya adalah seorang yang ahli dalam ilmu agama bahkan rajin beribadah
dengan lingkungan seperti itu harusnya buah tidak jatuh jauh dari pohonya tidak
berlaku bagi teman saya yang satu ini. Dia seperti orang yang sudah tidak
sesuai dan tidak cocok dengan lingkungannya sehingga dia menyimpang dari apa
yang orang tuanya ajarkan. Ia jarang sekali untuk beribadah dipaksa maupun di
haluskan ia tetap tidak mau. Sangat keras karakternya. Begitu pula sebaliknya
teman saya yang satu ini. Dulu di kampungnya sering meninggalkan kewajiban
beribadah setelah berada di lingkungan minoritas bahkan ia menemukan titik
balik kesadaran akan pentingnya wajibnya beribadah. Disiniah antitesisnya atau
sesuatu yang di luar kewajaran terjadi.
Kesadaran
diri atau kontrol diri seorang pribadi adalah kuncinya. Kesadaran ini muncul
ketika titik jenuh atau titik tertinggi suatu perilaku itu sudah mentok maka
akan secara signifikan akan berubah. Seperti sebuah air yang meluncur naik
dengan tekanan yang sedemikian rupa dengan ketinggian melebihi tekanan air dari
bawah maka akan terjadi titik balik, airnya akan menekan kebawah karena tekanan
dari atas lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan dari bawah sehingga yang
tadinya terjadi tekanan di bawah ditekan dari atas menuju titik balik. Setiap
perilaku manusia hampir sama dengan ilsutrasi di atas namun perilaku manusia
pun sangat banyak beragam sehingga tidak bisa di pukul rata dengan ilustrasi itu
namun lebih dominan seperti itu. Chairul tanjung, seorang pengusaha yang kini
menjadi sebuah pengusaha mega di Indonesia menjadi salah satu contoh, dalam
buku biografinya Si Anak Singkong bercerita bahwa kemiskinanlah yang
membuatnya dan mengantarkannya sebagai seorang pengusaha yang sukses di berbagai
bidang ini. Motivasinya ialah ia tidak mau miskin lagi cukup waktu ia dalam
keadaan itulah ia merasakan sebagai orang miskin. Tentu dengan keinginan yang kuat, usaha yang keras dan bekerja lebih
dari orang lain serta memanfatkan segala potensinya Ia mampu menjadi orang yang
menginspirasi hari ini.
Kesadaran
atau titik balik inilah yang kita perlukan sebagai seorang yang masih merasakan
susahnya cari uang, berhutang sana-sini, bahkan melakukan hal yang dilarang dan
sebagainya. Untuk menumbuhkan kesadaran ini membutuhkan pemantik dari kita
sendiri mau kita bawa kehidupan ini. Hanya di surgalah semua masalah itu hilang
sedangkan dunia adalah tempat menyelesaikan misi untuk menghadapi segala ujian
hidup yang diberikan Tuhan. Karakter seseorang menjadi kolaborasi yang tepat
antara kesadaran diri untuk menjadi lebih baik dalam hidup ini. Karakter itu
sangat banyak jenis dan pembagiannya. Salah satu yang menjadi titik balik
adalah As Do You Say (Lakukan apa yang kamu katakan) tentu hal yang
positif yang dimaksud. Biasa diistilahkan dengan karakter integritas seseorang.
Integritas
sangat kita perlukan dimana pun kita siapa pun kita, tentu punya tugas dan
kewajiban atau hak pribadi dan kewajiban baik sebagai pribadi terhadap orang
lain dan termasuk lingkungan kita. Kita akan dilihat dari apa yang kita lakukan
dan sesuatu yang kita lakukan berasal dari apa yang kita ucapkan dan apa yang
kita ucapkan berasal dari apa yang kita fikirkan. Sehingga ketiga unsur
pembentuk karakter ini sangat diperlukan yaitu lingkungan, titik balik, dan
integritas. Siapa yang akan mendengarkan kita kalau kerjaan kita hanya
mengobral janji dan kebohongan apalagi mengkhianati sungguh sakit rasanya,
biasanya ini dirasakan oleh para jomblo yang ditiggal pacarnya hihi J.
Jadi semua karakter di atas bisa kita bentuk secara perlahan dan tentu harus
punya komitmen yang tinggi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tidak
semua hal yang sulit itu sulit bukankah Tuhan berkata “Sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan” (QS, Al
Insyiroh : 6).

0 komentar: