Bangun
di pagi hari merupakan rutinitas kita setiap hari. Setiap orang memilki
kebiasaan bangun di jam-jam tertentu. Sebagian besar orang muslim bangun setiap
hari sebelum adzan shubuh berkumandang atau setelah itu. Intinya mereka bangun
pagi karena harus menjalankan kewajibannya. Beda halnya dengan yang non muslim
mereka tidak ada kewajiban untuk bangun pagi-pagi banget seperti orang muslim.
Dari
perbedaan itu dapat dipastikan peluang kita untuk menyambut pagi lebih besar.
Namun salah satu hal yang biasanya kita rasakan adalah perasaan-perasaan yang
kurang enak mungkin rasa malas atau merasa terbebankan dengan rutinitas seperti
itu. Hal-hal itulah yang membuat pagi kita menjadi kurang berenergi atau kurang
semangat dalam menjalankan aktivitas lainnya. Itu semua bisa kita lihat
permasalahannya atau penyebab dari orang itu bisa seperti itu. Bisa jadi
sebelum tidur dia tidak membaca doa atau karena begadang semalaman. Terlepas
dari itu semua semangat dan energi positiflah yang kita butuhkan.
Pagi
yang sudah disampaikan di atas adalah kunci dari aktivitas keseharian kita.
Pagi adalah langkah awal yang harus kita perbaiki karena langkah awal atau
permulaan yang baik akan membawa kebaikan-kebaikan pada tahap selanjutnya.
Dengan pola hidup yang normal atau teratur maka permasalahan itu bisa
diminimalisasikan. Maka dari itu terlepas dari permasalahan apa yang kita punya
sebelumnya sedapat mungkin kita meniatkan pagi kita mengarah pada hal-hal yang
positif.
Ketika
kita bangun untuk sholat shubuh bengunlah dengan semangat dengan alasan bahwa dengan
sholat kita menjadi lebih tenang dan hindari fikiran-fikiran yang membawa pada
suatu keadaan yang akan membuat kita menunda atau pun terlena untuk tidur
kembali. Setelah selesai sholat shubuh do’akan agar hari ini kita
menjalani hidup dengan beban yang lebih
ringan dan tenang dalam mengahdapi tantangan ataupun ujian yang bisa datang
kapanpun dia mau.
Sebagai
bahan pembuktian sebenarnya tidak ada penelitian atau apa pun. Namun secara
subyektif dan bersifat empiris sehingga terlihat seperti hal yang mustahil
terjadi maka dari itu dengan tanggapan yang terbuka kita tentu dapat
mengimajinasikan untuk kembali merefleksikan bagaimana keseharian kita di pagi
hari. Apabila itu tidak benar-benar terjadi maka ada faktor lain di balik itu
yang membuat hari-hari kita tidak seperti yang kita harapkan. Tentu hal ini
perlu di coba atau dibandingkan saja dengan pengalaman empiris kita. Proses
inilah yang saya alami tentu tidak samua sama dalam hal kebiasaan tapi tidak
ada salahnya untuk dicoba.

0 komentar: