Interteks Cerita Rakyat (Timun Mas dan Momotarou)
oleh :
Tomi Aditya Gunawan (1601511002)
PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
Cerita rakyat adalah salah satu genre sastra lisan yang terdapat di seluruh wilayah Nusantara. Cerita rakyat itu memiliki bentuk dan jenis yang beraneka ragam. Oleh karena itu pada kesempatan ini, akan dicoba untuk menjelaskan bagaimana hubungan interkestualitas dari dua karya sastra lisan (cerita rakyat) yang berjudul Timun Mas dan Momotarou. Kedua cerita tersebut cukup menarik. Di dalamnya menceritakan bagaimana kisah seorang anak yang ditemukan dalam sebuah wadah yang unik yaitu buah timun dan buah persik. Jika dilihat dari segi tokoh, dalam kedua cerita, latar tokoh hamper sama berasal dari buah-buahan, hanya saja yang membedakan kisah Timun Mas dari buah timun sedangkan Momotarou dari buah persik.
Berdasarkan uraian tersebut, kedua cerita ini memiliki motif-motif persamaan (hubungan) baik hubungan tema dan amanat, hubungan latar, maupun hubungan penokohan. Oleh karena itu secara tekstual, cerita ini memiliki keterkaitan yang coba dianalisis oleh penulis. Pada kesempatan kali ini penullis mencoba untuk menganalisisnya dari segi intertekstualitas.
Telaah interktualitas maksudnya adalah mengetahui sejauh mana hubungan dua buah cerita. Telaah intektualitas adalah telaah terhadap sejumlah teks yang diprediksi mempunyai hubungan tertentu dengan teks-teks lain, sialnya hubungan tema, penokohan dan unsur-unsur intrinsik lainnya. Dengan kata lain, pemahaman teks memerlukan latar belakang pengetahuan teks-teks lain yang mendahuluinya (Teeuw: 145-146)
Telaah interteks berangkat dari anggapan bahwa kapan pun sebuah karya ditulis, termasuk karya sastra, tidak mungkin lahir dari kekosongan budaya. Karya itu merupakan respon dari karya-karya sebelumnya. (Teeuw, dalam Ratih, 1994: 177).
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis berusaha menganalisis hubungan antarteks yang terjadi pada cerita rakyat Timun Mas dan Momotarou. Hubungan yang ingin dianalisis adalah hubungan berdasarkan struktur intrinsik sebuah cerita (tema, latar, alur, dan penokohan), apakah dalam kedua cerita ini terdapat persamaan tema, atau lainnya. Cerita rakyat terutama di Indonesia memang memiliki beragam versi cerita, karena berupa karya sastra lisan dan dikembangkan melalui mulut ke mulut. Penulis berharap semoga nantinya tulisan ini dapat bermanfaat bagi orang lain untuk menambah wawasannya pada penelitian terhadap cerita rakyat, dan hubungan antar teks.
1.2. Rumusan Masalah.
1.2.1. Bagaimanakah struktur cerita Timun Mas?
1.2.2. Bagaimanakah struktur cerita Momotarou?
1.2.3. Apakah hubungan antar teks antara cerita Timun Mas dan Momotarou?
1.2.4. Apakah yang menjadi pembeda antara teks cerita Timun Mas dan Momotarou?
1.3. Tujuan Penulisan.
1.3.1. Tujuan Umum.
Tujuan secara umum pemelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teori intertekstualitas dapat diaplikasikan pada cerita rakyat yang merupakan karya sastra lisan. Penelitian ini juga dilakukan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen, mengenai bagaimana implementasi teori interteks dalam cerita rakyat.
1.3.2.1. Untuk mengetahui bagaimana struktur cerita Timun Mas.
1.3.2.2. Untuk mengetahui bagaimana struktur cerita Momotarou.
1.3.2.3. Untuk mengatahui apakah hubungan antar teks cerita Timun Mas dan Momotarou.
1.4. Untuk mengetahui apakah yang menjadi pembeda cerita Timun Mas dan Momotarou.
1.5. Metodologi Penelitian.
Secara umum penulis menggunakan metode kajian pustaka di mana penulis membaca beberapa contoh makalah, dan menggunakan beberapa sumber dalam mendapat data yang diperlukan.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Struktur Cerita Rakyat Timun Mas
a. Tema: Biasanya tema cerita rakyat mengandung elemen alam, kejadian sejarah, kesaktian, dewa, misteri, hewan, dan lain-lain. Cerita rakyat Indonesia Timun Mas merupakan cerita yang bertemakan tentang kisah seorang anak dalam buah timun emas yang diberi nama Timun Mas. Cerita ini mengisahkan
b. Alur: Maju, diceritakan secara runtut dari awal hingga akhir, hal ini dapat dibuktikan pada paragraf pertama yang berbunyi “Dikisahkan seorang nenek pencari kayu bakar di hutan menemukan buah timun yang lalu dibawanya pulang”. Hal tersebut dikarenakan memang cerita ini merupakan kisah zaman dulu, namun masih berkembang bahkan beberapa kali sempat digarap menjadi sebuah drama atau film pendek.
c. Latar: Cerita ini meenggambarkan beberapa latar yaitu.
1. Tempat: daerah pedesaan yang sunyi, di kebun timun, di hutan.
2. Waktu: Suatu hari, seharian.
3. Susana: mengharukan, menegangkan,sedih, bahagia, dan duka.
d. Tokoh/Penokohan: Cerita ini melahirkan beberapa tokoh diantaranya.
- Timun Mas: seorang anak yatim piatu, kemudian diangkat menjadi seroang anak oleh seorang nenek. Timun mas merupakan wanita yang baik, tangguh, cantik, serta tangguh dan pemberani. Hal tersebut dibuktikan dengan kalimat “Seharian Timun Mas berlari, tetapi Buto Ijo dapat menyusul. Ketika sudah semakin dekat, Timun Mas melemparkan biji timun. Seketika tumbuh pohon-pohon timun yang menjalar-jalar menghalangi laju Buto Ijo, Timun Mas terus berlari. Setelah berjam-jam berkutat dengan pohon timun, akhirnya Buto Ijo bisa terlepas, lalu meneruskan pengejaran. Ketika Buto Ijo sudah tampak dari belakang Timun Mas, dilemparkanlah jarum oleh Timun Mas. . Seketika itu pula tumbuh rumpun bambu yang menjalar-jalar melilit tubuh Buto Ijo. Cukup lama Buto Ijo terlilit rumpun bambu hingga akhirnya terlepas, dan pengejaran yang menegangkan itu pun terus berlanjut.”
- Nenek: adalah seorang nenek yang tinggal di tengah hutan, dan hidup menjanda seorang diri. Nenek merupakan orang yang penyayang dan cerdik. Hal tersebut dibuktikan pada kalimat “Sang nenek dengan keras berusaha mempertahankan Timun Mas, lalu berdalih bahwa anak itu masih kecil dan tidak akan kenyang kalau dijadikan santapan. Sang nenek mengatakan kepada sang raksasa untuk kembali lagi ketika Timun Mas beranjak dewasa. Buto Ijo yang bodoh itu pun bisa dibohongi.” “Makin hari kecantikannya bertambah membuat sang nenek senang sekali dan makin menyayanginya”.
- Buto Ijo: merupakan Raksasa yang ingin memakan Timun Mas. Ia merupakan raksasa yang jahat, dan bodoh. Hal tersebut dibuktikan pada kalimat “Suatu hari Buto Ijo sang raksasa jahat melewati rumah sang nenek dan melihat Timun Mas sedang bermain”. “Buto Ijo yang bodoh itu pun bisa dibohongi”.
2. Struktur Cerita Rakyat Momotarou
a. Tema: Cerita rakyat yang berasal dari Jepang ini, bertema tentang mengisahkan anak laki-laki super kuat bernama Momotarou yang pergi membasmi raksasa. Diberi nama Momotarōu karena ia dilahirkan dari dalam buah persik (momo), sedangkan "Tarou" adalah nama yang umum bagi laki-laki di Jepang. Dari nenek, Momotarou mendapat bekal kue kibidango. Di perjalanan, anjing, monyet, dan burung pegar ikut bergabung sebagai pengikut Momotarō karena diberi kue.
b. Alur: cerita ini menggunakan alur campuran, karena pada bagian awalnya terdapat kalimat “dahulu kala” kemudian alur mulai maju sampai akhir.
c. Latar: terapat beberapa latar dalam cerita ini.
1. Latar tampat:
- Sungai, dapat dibuktikan pada kalimat “Ketika sang nenek sedang mencuci di sungai, sebutir buah persik yang besar sekali datang dihanyutkan air dari hulu sungai”.
- Rumah nenek, dapat dibuktikan pada kalimat “Buah persik itu dibawanya pulang ke rumah untuk dimakan bersama kakek”,
- Di pedesaan, hal tersebut dapat dibuktikan pada kutipan “para raksasa sering muncul di pedesaan manusia dan seringkali menyusahkan warga desa.”,
- Pulau raksasa, hal tersebut dapat dibuktikan pada kutipan “Di tengah perjalanan menuju pulau raksasa, Momotarou secara berturut-turut bertemu dengan anjing, monyet, dan burung pegar.”
2. Latar waktu: pada teks cerita Momotarou, tidak dijelaskan waktu secara spesifik, namun dalam cerita tersebut lebih menjelaskan rentang waktu manun tidak secara detail. Hal tersebut dapat dibuktikan pada kutipan. “Dahulu kala, hiduplah sepasang kakek dan nenek yang tidak memiliki anak.”
3. Latar suasana: cerita rakyat Momotarou adalah,
- Menggembirakan hal tersebut dapat dibuktikan pada kutipan “Momotarou lalu dibesarkan oleh kakek dan nenek seperti anak sendiri dengan penuh kasih sayang.”
- Menegangkan,“Momotarou mengutarakan niatnya untuk membasmi raksasa yang sering merampas barang manusia.” “Melihat kesempatan itu, Momotarou mendobrak masuk dan langsung menyerang para raksasa yang sedang mabuk. Dibantu anjing, monyet, dan burung pegar. Mereka berhasil mengalahkan raksasa-raksasa jahat itu. Lalu tiba-tiba datanglah pemimpin raksasa, marah melihat apa yang dilakukan Momotarou dan pengikutnya, ia langsung menyerang Momotarou”.
d. Tokoh (penokohan) :
- Nenek : diceritakan di sini nenek, memiliki sifat penyayan, hal tersebut dapat dibuktikan pada kutipan “Momotarou lalu dibesarkan oleh kakek dan nenek seperti anak sendiri dengan penuh kasih sayang”.
- Momotarou: dapat dikatakan sebagai tokoh utama dalam cerita ini, dia memiliki karakter yang kuat, pintar dan berbakat, terkenal dan hebat, hal tersebut dapat dibuktikan pada kutipan “Momotarou pun tumbuh menjadi anak yang kuat, pintar dan berbakat. Momotarou pun menjadi terkenal karena kehebatannya..”
- Kakek merupakan seorang suami dari nenek, dalam cerita ini tidak diceritakan secara mendalam mengenai sifat watak dan karakter si kakek dalam cerita ini dan hanya menceritakan bahwa ia hanya tinggal bersama nenek. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui kutipan, “Buah persik itu dibawanya pulang ke rumah untuk dimakan bersama kakek.”
- Binatang seperti Anjing, monyet, dan burung pegar adalah tokoh fiksi yang membantu Momotarou dalam melawan raksasa. Hal tersebut dapat kita temui pada kutipan berikut, “Melihat kesempatan itu, Momotarou mendobrak masuk dan langsung menyerang para raksasa yang sedang mabuk. Dibantu anjing, monyet, dan burung pegar. Mereka berhasil mengalahkan raksasa-raksasa jahat itu.”
2.3. Hubungan Antar Teks Cerita Timun Mas dan Momotarou
a. Tema : cerita bertemakan ancaman dari raksasa.
b. Alur : kedua cerita ini lebih dominan menggunakan alur mundur, karena memang kedua cerita ini merupakan cerita zaman dulu, dan merupakan cerita rakyat yang turun-temurun.
c. Tokoh : kedua cerita ini mengisahkan sepasang insan yang menjadi main character dalam cerita tersebuat, dan terdapat tokoh andalan dalam setiap cerita. Cerita Timun Mas terdapat si nenek yang menjadi tokoh andalan, dan dalam cerita momotarou, juga terdapat nenek yang menjadi tokoh andalan.
2.4. Pembeda cerita Timun Mas dan Momotarou.
a. Berdasarkan konsep tema, cerita Timun Mas tersirat bahwa manusia harus berjuang keluar dari ancaman dan kekuatan terbesar apapun. Sedangkan dalam cerita Momotarou, tersirat bahwa manusia tidak harus lari dari ancaman tapi harus dapat menyelesaikan langsung pada titik permasalahannya.
b. Berdasarkan konsep alur, Timun Mas lahir dari mentimun keemasan dan ditemukan ketika sang nenek sedang mencari kayu bakar. Sedangkan Momotarou lahir dari buah persik yang terhanyut di sungai dan ditemukan ketika sang nenek sedang mencuci di sungai tersebut.
c. Berdasarkan konsep tokoh, tokoh dalam cerita Timun Mas adalah seorang anak perempuan yang tumbuh menjadi gadis cantik. Sedangkan tokoh dalam cerita Momotarou adalah anak laki-laki yang tumbuh menjadi kuat dan pemberani.
d. Bedanya konflik Timun Mas adalah usaha raksasa untuk mendapatkannya dan dijadikan mangsa. Sedangkan Momotarou kebalikannya, ia berusaha mendatangi kediaman raksasa dan membasmi mereka.
e. Cerita Timun Mas di Indonesia, menyampaikan pesan moral bahwa sebagai manusia harus berjuang keluar dari masalah kehidupan, tidak hanya pasrah terhadap keadaan. Sedangkan cerita Momotarou di Jepang ingin menyampaikan pesan moral Bushido, dimana manusia harus menyelesaikan masalah dengan cara berani menghadapi masalah tersebut bukan hanya untuk diri sendiri tapi demi yang lain juga.
BAB III
PENUTUP
Cerita rakyat adalah salah satu genre sastra lisan yang terdapat di seluruh wilayah Nusantara dan Dunia. Cerita rakyat itu memiliki bentuk dan jenis yang beraneka ragam. Oleh karena itu pada kesempatan ini, akan dicoba untuk menjelaskan bagaimana hubungan interkestualitas dari dua karya sastra lisan (cerita rakyat) yang berjudul Timun mas dan Momotarou. Kedua cerita tersebut cukup menarik.
Jika dilihat dari segi tokoh, dalam kedua cerita, tokoh merupakan seseorang yang berasal dari derajat yang biasa saja, namun memiliki amanat yang cukup baik untuk di petik secara tersirat bahwa dalam cerita Timun Mas kita harus berjuang keluar dari ancaman dan kekuatan terbesar apapun. Sedangkan dalam cerita Momotarou, tersirat bahwa manusia tidak harus lari dari ancaman tapi harus dapat menyelesaikan langsung pada titik permasalahannya.
3.2. Saran.
Penulis menyadari tulisan ini masih jauh dari kata sempurna, penulis berharap selanjutnya cerita rakyat mampu menjadi objek penelitian bukan hanya analisis struktur, tetapi dapat dianalisis dari berbagai jenis metode. Kekurangan dalam penulisan ini adalah naskah yang digunakan berasal dari internet, yang mungkin sudah mengalami beberapa kali penulisan ulang. Penulis berharap selanjutnya penelitian mengenai cerita rakyat dapat bersumber dari naskah asli (babad).
#LAMPIRAN NASKAH
Timun Mas
Cerita Rakyat Indonesia
Dikisahkan seorang nenek pencari kayu bakar di hutan menemukan buah timun yg lalu dibawanya pulang. Sesampainya di rumah ketika timun itu dibelah, muncul bayi perempuan cantik dari dalam timun itu. Lalu bayi itu dirawat dan diberi nama Timun Mas.Suatu hari Buto Ijo sang raksasa jahat melewati rumah sang nenek dan melihat Timun Mas sedang bermain. Melihat Timun Mas yang begitu muda dan cantik membuatnya ingin memakannya. Buto Ijo pun berusaha menangkap Timun Mas. Sang nenek dengan keras berusaha mempertahankan Timun Mas, lalu berdalih bahwa anak itu masih kecil dan tidak akan kenyang kalau dijadikan santapan. Sang nenek mengatakan kepada sang raksasa untuk kembali lagi ketika Timun Mas beranjak dewasa. Buto Ijo yang bodoh itu pun bisa dibohongi.
Timun Mas tumbuh menjadi gadis cantik dan menarik. Makin hari kecantikannya bertambah membuat sang nenek senang sekali dan makin menyayanginya. Akan tetapi pada hari yang tidak diduga, datanglah Buto Ijo menagih janji. Paniklah sang nenek. Ia mencoba untuk bernegosiasi, tetapi tetap tidak berhasil karena Buto Ijo bersikeras. Sang nenek pun akhirnya pasrah, akan tetapi ia meminta sedikit waktu untuk merias Timun Mas agar tampak lebih cantik dan segar. Di dalam rumah, Timun Mas didandani seperti orang yang mau bepergian. Lalu ia dibekali biji timun, jarum, garam, dan terasi yang dibungkus dalam kain.
Setelah segala sesuatunya siap, nenek memberitahu Timun Mas, jikalau nanti dalam pelarian hampir terkejar oleh Buto Ijo, maka lemparkan biji timun. Kalau nanti masih terkejar, lemparkan jarum. Kalau Buto Ijo masih tetap mengejar, lemparkan garam. Dan kalau masih juga dikejar, lemparkan terasi. Sudah, hanya itu bekal yg bisa diberikan nenek. Nenek pun mendoakannya agar selamat. Akhirnya mereka bersalaman dan berpisah, lalu Timun Mas lari lewat pintu belakang.
Buto Ijo yang sedari tadi menunggu di depan rumah sudah tidak sabar lagi. Lalu menerobos memasuki rumah. Digeledah olehnya setiap sudut rumah dan tidak menemukan Timun Mas. Sang raksasa pun marah dan mengamuk. Ia lalu keluar dan mengejar Timun Mas.
Seharian Timun Mas berlari, tetapi Buto Ijo dapat menyusul. Ketika sudah semakin dekat, Timun Mas melemparkan biji timun. Seketika tumbuh pohon-pohon timun yang menjalar-jalar menghalangi laju Buto Ijo, Timun Mas terus berlari. Setelah berjam-jam berkutat dengan pohon timun, akhirnya Buto Ijo bisa terlepas, lalu meneruskan pengejaran. Ketika Buto Ijo sudah tampak dari belakang Timun Mas, dilemparkanlah jarum oleh Timun Mas. Seketika itu pula tumbuh rumpun bambu yang menjalar-jalar melilit tubuh Buto Ijo. Cukup lama Buto Ijo terlilit rumpun bambu hingga akhirnya terlepas, dan pengejaran yang menegangkan itu pun terus berlanjut.
Setelah Buto Ijo nyaris bisa mengejar Timun Mas, dengan sigap Timun Mas melempar garam yang seketika itu pula menjadi laut. Buto Ijo terapung-apung di Laut. Lama juga Buto Ijo berenang dan akhirnya berhasil menyebrang. Pengejaran pun berlanjut. Setelah Buto Ijo hampir dapat menangkap Timun Mas. Tersisa hanya terasi, Timun Mas pun melemparkannya dan jadilah kubangan lumpur. Kali ini Buto Ijo tidak bisa lolos dari jebakan lumpur yang setinggi leher miliknya. Kejar-mengejar yang menegangkan itupun berakhir dengan kemenangan di pihak Timun Mas. Timun Mas pun akhirnya selamat.
Momotarou
Cerita Rakyat Jepang
Dahulu kala, hiduplah sepasang kakek dan nenek yang tidak memiliki anak. Ketika sang nenek sedang mencuci di sungai, sebutir buah persik yang besar sekali datang dihanyutkan air dari hulu sungai. Buah persik itu dibawanya pulang ke rumah untuk dimakan bersama kakek. Ketika dipotong, dari dalam buah keluar seorang anak laki-laki. Anak itu kemudian diberi nama Momotarou yang artinya bocah persik. Momotarou lalu dibesarkan oleh kakek dan nenek seperti anak sendiri dengan penuh kasih sayang. Momotarou pun tumbuh menjadi anak yang kuat, pintar dan berbakat. Momotarou pun menjadi terkenal karena kehebatannya. Suatu hari, Momotarou mengutarakan niatnya untuk membasmi raksasa yang sering merampas barang manusia. Memang pada waktu itu, para raksasa sering muncul di pedesaan manusia dan seringkali menyusahkan warga desa. Momotarou berangkat membasmi raksasa dengan membawa bekal kue kibidango pemberian nenek. Kibidango adalah kue Jepang berbentuk bulat seperti bola kecil dan ditusuk menjadi beberapa tusukan.Di tengah perjalanan menuju pulau raksasa, Momotarou secara berturut-turut bertemu dengan anjing, monyet, dan burung pegar. Setelah menerima kue dari Momotarou, anjing, monyet, dan burung pegar mengabdi kepada Momotarou dan mau menjadi pengikutnya.
Sesampainya di pulau raksasa, Momotarou mengetahui bahwa para raksasa sedang berpesta pora minuman keras lewat pengintaian burung pegar. Melihat kesempatan itu, Momotarou mendobrak masuk dan langsung menyerang para raksasa yang sedang mabuk. Dibantu anjing, monyet, dan burung pegar. Mereka berhasil mengalahkan raksasa-raksasa jahat itu. Lalu tiba-tiba datanglah pemimpin raksasa, marah melihat apa yang dilakukan Momotarou dan pengikutnya, ia langsung menyerang Momotarou. Diayunkanlah tongkat besi ke arah Momotarou. Tetapi Momotarou sangatlah kuat. Tongkat besi bahkan tidak mempan. Momotarou pun akhirnya balas melawan dan berhasil menjatuhkan pemimpin raksasa. Setelah dikalahkan, raksasa-raksasa itu meminta ampun kepada Momotarou dan meminta maaf dan berjanji tidak akan menganggu dan merampas barang milik manusia lagi. Momotarou pun melepaskan mereka. Para raksasa lalu memberikan semua hasil rampasan dari manusia kepada Momotarou. Momotarou, anjing, monyet, dan burung pegar, pulang ke desa membawa banyak harta. Setelah kejadian itu, Momotarou bersama nenek dan kakek hidup bahagia.

0 komentar: