Friday, 20 April 2018

Analisis Wacana “Analisis Wacana pada Iklan Bukalapak.com versi Nego Cincai”


Analisis Wacana
Analisis Wacana pada Iklan Bukalapak.com versi Nego Cincai


oleh :
Tomi Aditya Gunawan   (1601511002)



PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS UDAYANA
2018





KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa karena atas rahmat dan karunia-Nya makalah ini terselesai dengan baik  yang membahas tentang “Analisis Wacana pada Iklan Bukalapak.com versi Nego Cincai” ini dapat kami selesaikan.
Penulisan materi didalam makalah ini berdasarkan  materi dari situs internet dan buku  yang direkomendasikan oleh Dosen Pengampu mata kuliah teori wacana. Pemahaman makalah ini pula diharapkan agar mahasiswa lebih bersikap kritis. Karena setiap buku dan situs internet mempunyai pendapat atau pengertian yang berbeda-beda. Dengan adanya makalah ini, diharapkan kepada mahasiswa agar mempunyai wawasan yang luas serta dapat mengembangkan pikirannya agar lebih maju dan lebih bersikap logis.
Kami mengakui banyak kekurangan dalam makalah ini oleh karena itu kami mengharapkan saran-saran kontruksi dari Dosen dan para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.



Denpasar, 31 Maret 2018


  Penulis




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kebutuhan manusia akan informasi yang disajikan oleh televisi memberikan peluang besar kepada para produsen untuk menawarkan produk-produk yang dihasilkan melalui pemasangan iklan pada televisi. Banyak produk yang diiklankan melalui televisi maupun di internet seperti  toko online. Hal ini dilakukan produsen dengan harapan pada saat seseorang melihat televisi, maka orang tersebut juga mendengarkan dan melihat iklan yang ditanyakan oleh televisi. Hal ini terlihat jelas bahwa penggunaan bahasa dalam iklan sangat penting, karena sifat mempengaruhi pembacan untuk mau membeli produk yang ditawarkan. Daya tarik iklan biasanya terdapat pada penempatan struktur bahasa yang terdapat di dalamnya.
Penggunaan bahasa yang menarik dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dapat mendorong pembaca untuk membeli produk yang ditawarkan, termasuk produk-produk yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Namun ada masyarakat yang tidak memahami secara cermat iklan produk-produk tersebut, karena telah terpengaruh oleh bahasa iklan yang begitu menarik. Alasan inilah yang melatarbelakangi peneliti memilih iklan makanan dan minuman di televisi sebagi objek dalam penelitian.
Iklan sebagai sebuah teks adalah sistem tanda yang berorganisir menurut kode-kode yang merefleksikan nilai-nilai tertentu, sikap, dan keyakinan tertentu. Setiap pesan dalam iklan memiliki dua tingkatan makna, yaitu makna yang dikemukakan secara eksplisit di permukaan dan makna yang dikemukakan secara implisit di balik permukaan tampilan iklan (Noviani, 2002: 79) dalam Sumarlam dkk (2004: 1).
Kajian wacana memiliki unsur pendukung yang sangat kompleks. Unsur tersebut terdiri atas unsur verbal (linguistik) dan unsur nonverbal (nonlinguistik). Struktur linguistik wacana merupakan satuan lingual tertinggi dalam hirarki kebahasaan. Sementara itu, unsur nonlinguistik yang melingkupinya mengandung pengetahuan dan informasi tak terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa kajian secara struktural wacana adalah aspek kajian yang sangat luas, artinya kebahasaan yang lebih besar dari pada kalimat dan klausa dan mempunyai hubungan antara unit kebahasaan yang satu dengan yang lain. Atau dengan kata lain, kajian wacana merupakan satuan bahasa yang kompleks dalam hirarki gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk wacana yang utuh.
Di dalam makalah ini akan dibahas mengenai analisis wacana terhadap iklan bukalapak.com. Iklan ini muncul pada tahun baru imlek atau awal bulan Januari 2017 dan termasuk produk keluaran terbaru. Produk ini menawarkan kemudahan berbelanja di Bukalapak.com toko online yang bisa dinego. Penulis memiliki keterkaitan mangkaji wacana iklan ini karena didasarkan pada penggunaan bahasa yang khas dan cenderung memiliki aspek kontekstual yang cukup kuat. Dalam analisis wacana ini penulis mengkaji wacana iklan “Bukalapak.com” versi “Nego Cincai” dari segi kekohesian secara tekstual, kotekstual dan kontekstual. 
Adapun unsur-unsur yang terkait dengan kajian wacana ini di antaranya, yaitu teks, ko-teks, dan konteks. Dalam makalah ini akan dibahas mengenani pengertian dan hubungan antara ketiganya.
Teks adalah bahasa yang berfungsi, maksudnya adalah bahasa yang sedang melaksanakan tugas tertentu (menyampaikan pesan atau informasi) dalam konteks situasi, berlainan dengan kata-kata atau kalimat-kalimat lepas yang mungkin dituliskan di papan tulis. Koteks adalah teks yang berhubungan dengan sebuah teks yang lain. Sedangkan Konteks adalah sesuatu yang menyertai atau yang bersama teks. 

1.2 Rumusan Masalah
1) Bagaimanakah bentuk kohesi tekstual dari wacana iklan televisi Bukalapak.com versi “Nego Cincai” ?
2) Bagaimanakah bentuk kohesi kotekstual dari wacana iklan televisi Bukalapak.com versi “Nego Cincai” ?
3) Bagaimanakah bentuk kohesi kontekstual dari wacana iklan televisi Bukalapak.com versi “Nego Cincai” ?

1.3 Tujuan
1) Mengetahui bentuk kohesi tekstual dari wacana iklan televisi Bukalapak.com versi “Nego Cincai” ?
2) Mengetahui bentuk kohesi kotekstual dari wacana iklan televisi Bukalapak.com versi “Nego Cincai” ?
3) Mengetahui bentuk kohesi kontekstual dari wacana iklan televisi Bukalapak.com versi “Nego Cincai” ?

1.4 Manfaat
Hasil dari pembahasan ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoretis maupun praktis. Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah agar dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi masyarakat dalam menganalisis wacana suatu iklan, lebih khususnya iklan di media elektronik. Dengan penulisan makalah ini, diharapakan masayrakat mampu memahami suatu iklan dari segi keutuhan wacana (baik secara gramatikal maupun leksikal) serta memahami makna kontekstual yang terdapat dalam iklan tersebut.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Teks Iklan Bukalapak.com versi “Nego Cincai”

Teks adalah bahasa yang berfungsi, maksudnya adalah bahasa yang sedang melaksanakan tugas tertentu (menyampaikan pesan atau informasi) dalam konteks situasi. Banyak orang mempertukarkan istilah teks dan wacana. Sebenarnya, istilah teks lebih dekat pemaknaannya dengan bahasa tulis, dan wacana pada bahasa lisan (Dede Oetomo, 1993:4). Dalam tradisi tulis, teks bersifat monolog noninteraksi, dan wacana lisan bersifat dialog interaksi. Dalam konteks ini, teks dapat disamakan dengan naskah, yaitu semacam bahan tulisan yang berisi materi tertentu, seperti naskah materi kuliah, pidato, atau lainnya. Jadi, perbedaan kedua istilah itu semata-mata terletak pada segi (jalur) pemakaiannya saja. Namun demikian, atas dasar perbedaan penekanan itu pula kemudian muncul dua tradisi pemahaman di bidang linguistik, yaitu analisis linguistik teks dan analisis wacana. Analisis linguistik teks langsung mengandaikan objek kajiannya berupa bentuk formal bahasa, yaitu kosa kata dan kalimat. Sedangkan analisis wacana mengharuskan disertakannya analisis tentang konteks terjadinya suatu tuturan.

Sebenarnya, teks adalah esensi wujud bahasa. Dengan kata lain, teks direalisasi (diucapkan) dalam bentuk wacana. Mengenai hal ini Van Dyk (dalam PWJ Nababan, 1987:64) mengatakan bahwa teks lebih bersifat konseptual. Dari sinilah kemudian berkembang pemahaman mengenai teks lisan dan teks tulis. Pada lirik lagu iklan Bukalapak.com versi Nego Cincai diinformasikan secara verbal melalui lagu tionghoa karena suasana menjelang tahun baru Imlek maka muncul kata say yang biasanya digunakan dalam bahasa tionghoa. Teks tersebut berisi penjelasan bahwa Bukalapak.com mengeluarkan iklan tentang kemudahan melalui fitur terbarunya yaitu bisa nego dengan penjual pada teknis pembelian di Bukalapak.com yang dimulai pada bulan Januari 2017. 
2.2 Koteks Iklan Bukalapak.com versi “Nego Cincai”
Koteks adalah kalimat yang mendahului dan atau yang mengikuti di dalam wacana. (KBBI Offline) Dilihat berdasarkan makna dalam Kamus Linguistik (2011:137), koteks diartikan sebagai kalimat atau unsur-unsur yang mendahului dan/atau mengikuti sebuah unsur lain dalam wacana. Koteks adalah teks yang mendampingi teks lain dan mempunyai keterkaitan dan kesejajaran dengan teks yang didampinginya. Keberadaan teks yang didampingi itu bisa terletak di depan (mendahului) atau di belakang teks yang mendampingi (mengiringi). 
Pada lirik lagu iklan Bukalapak.com versi Nego “bukalapak emang cincai dan harga santai, kagak lebay, dinego aja say, pasti bisa say, dinego sampai okaaaay, dan dinego sampai hokcay”. Kedua kalimat di atas memiliki keterkaitan. Kalimat “harga santai, kagak lebay, dinego aja say, pasti bisa say, dinego sampai okaaaay, dan dinego sampai hokcay” merupakan ungkapan dari adanya kalimat sebelumnya, yaitu “bukalapak emang cincai”. Kalimat “bukalapak emang cincai” dapat dimaknai secara utuh ketika adanya kalimat sesudahnya, yaitu “harga santai, kagak lebay, dinego aja say, pasti bisa say, dinego sampai 
Pada lirik lagu iklan Bukalapak.com versi Nego Cincai juga memiliki unsur yang sama yaitu unsur kesamaan fonem diftong pada kata cincai, santai, lebay, say, okaaaay, dan hokcay yang setiap kata diakhiri dengan diftong [ai] Sehingga memiliki kaitan yang erat karena pemilihan kata atau diksi yang menarik dan membuat iklan ini menjadi unik tidak seperti iklan biasanya.
2.3 Konteks Iklan Bukalapak.com versi “Nego Cincai”
Konteks adalah bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna; situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian. (KBBI Offline). Konteks ialah situasi atau latar terjadinya suatu komunikasi. Konteks dapat dianggap sebagai sebab atau alasan terjadinya suatu perbincangan atau dialog. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tuturan, baik berkaitan dengan arti, maksud maupun informasinya sangat tergantung pada konteks yang melatarbelakangi peristiwa tuturan tersebut.
Koteks adalah teks yang bersifat sejajar, koordinatif, dan memiliki hubungan dengan teks lainnya, teks satu memiliki hubungan dengan teks lainnya. Teks lain tersebut bisa berada di depan (mendahului) atau di belakang (mengiringi). Keberadaan koteks dalam suatu struktur wacana menunjukkan bahwa teks tersebut memiliki struktur yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Gejala inilah yang menyebabkan suatu wacana menjadi utuh dan lengkap. Dengan demikian, koteks berfungsi sebagai alat bentu memahami dan menganalisis wacana. Koteks adalah teks yang berhubungan dengan sebuah teks yang lain. Koteks dapat pula berupa unsur teks dalam sebuah teks. Wujud koteks bermacam-macam, dapat berupa kalimat, atau paragraf.
Pada iklan Bukalapak.com versi Nego Cincai memiliki latar waktu tahun baru Imlek dan latar tempat berada di lingkungan tionghoa yaitu sekitar klenteng dilihat dari bangunannya yang menggambarkan bahwa sedang ada persiapan menjelang tahun baru Ilmek. Iklan ini menampilakan seorang ibu-ibu yang menyanyikan lagu “nego cincai” dengan lirik “bukalapak emang cincai, harga santai, kagak lebay, dinego aja say, pasti bisa say, dinego sampai okaaaay, dinego sampai hokcay” maka dapat kita ambil analisis dari keseluruhan seting yang terdapat pada iklan tersebut bahwa pada hari menjelang Imlek akan ada fitur baru dari Bukalapak.com yaitu fitur nego pada aplikasinya. 



BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Berdasarkan beberapa pendapat disimpulkan bahwa teks adalah suatu kesatuan bahasa baik lisan maupun tulisan yang memiliki isi dan bentuk yang saling berkaitan. Koteks diartikan sebagai kalimat atau unsur-unsur yang mempunyai keterkaitan dan kesejajaran dengan teks yang didampinginya (teks lain). Konteks adalah ruang dan waktu yang meliputi lingkungan fisik dan sosial tertentu dalam memahami suatu teks, yaitu kejadian-kejadian nonverbal atau keseluruhan lingkungan teks itu.
Dilihat dari hubungan teks, koteks, dan konteks, konsep teks dan koteks merupakan aspek dari suatu proses yang sama. Ketika ada teks yang menyertai suatu teks lain, maka teks lain itu menjadi koteks karena menyertai suatu teks. Oleh karena itulah para linguis memandang antara koteks dan konteks memiliki perbedaan. Jika koteks merupakan lingkungan kebahasaan, maka konteks adalah lingkungan di luar bahasa seperti situasi dan tempat teks itu terbentuk. Dengan demikian, suatu wacana yang dikatakan utuh apabila mengandung koteks dan konteks yang jelas agar makna dan maksud wacana tersebut dapat dipahami secara jelas oleh pendengar atau pembacanya.
Teks adalah bahasa yang berfungsi, maksudnya adalah bahasa yang sedang melaksanakan tugas tertentu dengan koteks tertentu dan dalam konteks tertentu. Pada iklan Bukalapak.com versi nego cincai memiliki hubungan yang erat antara ketiganya yaitu teks yang dilisankan dalam bentuk lagu yang memiliki hubungan dengan hari raya Imlek yaitu dalam bahasa tionghoa yang biasanya diakhiri dengan diftong seperti [ai] yang menjadi koteks iklan ini di samping hubungannya dengan kalimat utama dan kalimat penjelas yaitu Bukalapak emang cincai sebagai kalimat utama dan harga santai, kagak lebay, dinego aja say, pasti bisa say, dinego sampai okaaaay, dinego sampai hokcay sebagai kalimat penjelas kemudian konteksnya sendiri adalah suasana tahun baru Imlek yang diwarnai dengan kemeriahan dan disambut oleh bukalapak sendiri dengan fitur terbarunya yaitu fitur nego pada aplikasinya.


3.2 Saran
Pemahaman tentang wacana oleh penulis sebenarnya masih belum terlalu jauh memahami tentang hubungan antara ketiga jenis pembangun wacana ini namun dengan usaha semampunya untuk bisa mencoba dan mengkaji sedikit demi sedikit tentang wacana ini, diharapkan untuk memberikan saran kepada penulis untuk mengetahui sejauh mana pemahaman terhadap mata kuliah ini.


Daftar Pustaka
http://fitrayoupika.blogspot.co.id/2014/11/teks-koteks-konteks-dan-hubungan.html
https://blog.bukalapak.com/2017/01/nego-cincai-bukalapak/
https://www.smule.com/song/ost-iklan-bukalapak-nego-cincai-bukalapak-terbaru-with-lyrics-karaoke-lyrics/669139795_2436229/arrangement
http://maliassyah.blogspot.co.id/2012/01/analisis-wacana-dalam-jual-beli-di-toko.html
http://anascharisf.blogspot.co.id/2013/01/wacana-iklan-bintang-tujuh-masuk-angin.html
http://fitrayoupika.blogspot.co.id/2014/11/teks-koteks-konteks-dan-hubungan.html
http://franscy91.blogspot.co.id/2016/08/analisis-wacana-iklan-makanan-dan.html
http://andriew.blogspot.co.id/2011/07/analisis-wacana-kritis-iklan-operator.html
http://siti-lailatus.blogspot.co.id/2012/12/teks-konteks-koteks_15.html
https://chanha13.wordpress.com/2015/06/15/tugas-wacana-teks-ko-teks-dan-konteks/
http://mogamigunani.blogspot.co.id/2009/10/kajian-wacana-teks-koteks-dan-konteks.html



Previous Post
Next Post

0 komentar: