TELAAH PUISI
Analisis Struktur Puisi “Dia” karya Pidi Baiq dalam Novel “Dilan”
Disusun oleh:
Tomi Aditya Gunawan 1601511002
Program Studi Sastra Indonesia
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Udayana
2018
Karya sastra adalah karya yang berhubungan dengan ekspresi dan penciptaan. Karya sastra merupakan karya manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan maupun simbol atau gambar, sehingga karya sastra dapat menghasilkan sebuah tulisan yang indah dan bermakna, salah satunya adalah puisi. Puisi dari zaman dahulu hingga zaman sekarang masih begitu diminati, sehingga puisi dapat berkembang dengan pesat. Puisi merupakan sebuah karya hasil dari kreativitas atau curahan hati para penulis yang dapat diekspresikan. Puisi sendiri merupakan karya yang menggunakan gaya bahasa sendiri sehingga dapat mengahasilkan karya yang indah dihadapan pembaca. Di dalam puisi juga dapat disisipkan majas sehingga puisi tersebut semakin indah. Majas memiliki beberapa macam salah satunya adalah majas sarkasme yang berarti sindiran langsung secara kasar.
Dalam karya satra puisi banyak sesuatu hal yang muncul di hadapan para pembaca terutama dalam segi struktur. Sehingga dalam puisi kita perlu memahami dan mempelajari isi puisi tersebut baik secara simbol maupun strukturnya. Di dalam memahami makna puisi kita membutuhkan sebuah analisis. Sehingga kita mengetahui struktur yang ada dalam sebuah puisi. Dalam makalah ini akan membahas Analisis puisi “Dia” Karya Pidi Baiq dalam novel “Dilan 1990”.
1. ANALISIS PUISI
Dia
(Dilan, hal 129)
Kamu memiliki semuanya
Seorang gadis di hujan September
Tetap cantik meskipun bersin!
Tapi harus kamu yang mau ke aku
Seorang lelaki bergerak di atas tanah
Otaknya lebih besar dari simpanse
Semua milikmu untuk siapa, Nona?
Untuk dia yang bisa membuat kamu senang
Karena dia yang aku maksud adalah aku
Jadi mari kita kerja sama
Untuk sebuah rencana asmara
2. PERWAJAHAN PUISI TIPOGRAFI
Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
Tipografi yang dimiliki oleh puisi “Dia” karya Pidi baiq dalam novel “Dilan” merupakan jenis tipografi yang sederhana karena memiliki jumlah kata setiap baris terdiri dari 3-7 kata, selain itu memiliki kata yang tidak terlalu padat sehingga mudah untuk menangkap maskud dari kata-katanya. Dengan kata-kata yang dominan a,a,a,a seperti itu membuat irama dan ritmanya menjadi ringan untuk dibaca dan dinikamti oleh pecinta
3. DIKSI
Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya, karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
Diksi di dalam puisi “Dia” karya Pidi baiq dalam novel “Dilan” ini mengunakan kata bahasa yang umum untuk didengarkan, yaitu menggunakan bahasa keseharian. Tujuan dalam pemilihan bahasa tersebut ialah memperindah ritma yang ada di dalam puisi dan membuat puisi tersebut lebih anggun saat dibacakan. Diksi dalam puisi sendiri mempunyai kelebihan yaitu pembaca lebih mudah menafsirkan makna dan amanat yang ada di dalam puisi.
Di dalam puisi “Dia” karya Pidi baiq dalam novel “Dilan” terdapat beberapa diksi diantaranya :
di hujan September : musim hujan di bulan September sesuai iklim di Indonesia
bergerak di atas tanah : berjalan
Otaknya lebih besar dari simpanse : manusia
rencana asmara : bercinta atau pacaran
Dalam kata-kata tersebut penyair menambahkan kosakata yang jarang dimengerti maknanya untuk pembaca, agar pembaca bertanya-tanya dan mencari maknanya, dan ketika pembaca tersebut mengetahui maknanya, maka makna pembaca akan mendapatkan kosa kata tersebut.
4. MAJAS ATAU BAHASA KIASAN
Majas atau bahasa kiasan adalah penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan atau meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. Majas digunakan untuk memperindah suatu karya sehingga tercipta kesan imajinatif bagi pendengarnya baik secara tulis maupun secara lisan dan menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa yang baik akan menarik perhatian bagi pendengar atau pembacanya. Majas memiliki berbagai macam jenis, dianaranya : Metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi,anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
Dalam puisi “Dia” karya Pidi baiq dalam novel “Dilan” terdapat majas sebagai berikut:
Majas Metafora
- Kamu memiliki semuanya
Majas Personifikasi
- Seorang gadis di hujan September
Majas Alegori
- Otaknya lebih besar dari simpanse
Majas retorika
- Semua milikmu untuk siapa, Nona?
5. RIMA
Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi untuk membentuk musikalitas, sehingga pengulangan bunyi tersebut menjadi lebih indah dan anggun saat dibacakan, pemilihan bunyi dalam puisi mendukung perasaan dan suasana dalam puisi.
1. Onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi
2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya
3. Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi.
Rima dalam puisi “Dia” karya Pidi baiq dalam novel “Dilan” memiliki sajak yang persajakan yaitu Aliterasi dan Asonansi: beraturan yaitu a,b,a,b, dalam hal itu terdapat
Aliterasi yang terdapat didalam puisi “Dia” karya Pidi baiq dalam novel “Dilan” adalah :
Asonansi
- Kamu memiliki semuanya
- Tapi harus kamu yang mau ke aku
- Semua milikmu untuk siapa, Nona?
- Jadi mari kita kerja sama
- Untuk sebuah rencana asmara
6. PENCITRAAN ATAU IMAJI
Pencitraan (imaji) adalah pengungkapan perasaan sensoris penyair kedalam kata dan ungkapan sehingga terjelma gambaran suasana yang lebih konkrit (Djojo Suroto, 2005:20-21). Dan dalam puisi diatas terdapat beberapa imaji atau pencitraaan diantaranya:
Imaji Penglihatan
- Tetap cantik meskipun bersin!
- Otaknya lebih besar dari simpanse
Imaji Gerak
- Seorang lelaki bergerak di atas tanah
Imaji Perasaan
- Untuk dia yang bisa membuat kamu senang
Makna yang terkandung dalam puisi ini adalah penulis yang menceritakan seorang sedang jatuh cinta.
1. Memikirkan sang pujaan dan membayangkan sang kekasih, pada kutipan puisi:
Kamu memiliki semuanya
Seorang gadis di hujan September
Tetap cantik meskipun bersin!
2. Menginginkan dan tidak mau seorang pun yang boleh memiliki selain dia, pada kutipan puisi:
Tapi harus kamu yang mau ke aku
Seorang lelaki bergerak di atas
3. Mengajak untuk berpacaran, pada kutipan puisi:
Jadi mari kita kerja sama
Untuk sebuah rencana asmara
8. AMANAT
Dalam puisi diatas terdapat amanat yang terkandung di dalamnya, amanat tersebut adalah jika kita merasakan kagum pada seseorang dan timbul rasa ingin memiliki, maka ungkapkan saja. Apalagi ketika kita kagum kepada orang yang memberikan sesuatu energi positif kepada kita sehingga kita menjadi merasa semangat dan bahagia. Selain itu juga, sesuatu yang kita ungkapkan akan terasa lebih ringan setelah kita utarakan apa yang ada di benak kita atau keinginan dan kemauan kita.

0 komentar: